Senin, 11 November 2013

Pengertian individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat dan merupakan kesatuanyang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.

Pengertian Pertumbuhan
     Berdasarkan ilmu biologi Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah sel serta jaringan intraseluler, berarti bertambahnya  ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya. Jadi bersifat kuantitatif sehingga dengan demikian dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Proses asosiasi dapat diartikan seperti terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalu panca indera maupun pengalaman dalam melalu batin.
Atau dapat dikatakan juga bahwa Pertumbuhan adalah suatu perubahan menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

Banyak aliran yang membahas mengenai pertumbuhan. Namun, secara garis besar dapat digolongkan kedalam tiga golongan, yaitu :
·         Pendirian Nativistik
Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang musik atau seorang musisi maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi seorang musisi atau berkelut dibidang yang sama dengan ayahnya.
·         Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali. Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan.
·         Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Pengertian Keluarga

Menurut para ahli, keluarga memiliki pengertian sebagai berikut :
·                Dhurkeim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-        faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
·                Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah        kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan                merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak             bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing               anggotanya.


Fungsi keluarga

Fungsi adalah Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan. Jadi fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan didalam atau oleh keluarga itu.
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu :

a.       Fungsi Biologis
Dengan adanya fungsi ini diharapkan suatu keluarga dapat mempersiapkan untuk perkawinan anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadinya kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, yaitu melalui perkawinan. Dengan kata lain fungsi ini untuk meneruskan keturunan dan memelihara serta membesarkan anak

b.      Fungsi pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggota keluarganya dapat terlindungi dari gangguan-gangguan sebagai berikut :
·         Gangguan udara dan cuaca denga berusaha menyediakan rumah
·         Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan oba-obatan
·         Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan alat perlindungan.
Jika fungsi ini dijalankan dengan semestinya tentu rasa keamanan dan terlindungi akan tercipta pada keluarga tersebut.

c.       Fungsi ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok seperti :
·         Kebutuhan makan dan minum
·         Kebutuhan pakaian
·         Kebutuhan tempat berlindung atau tinggal
·         Kebutuhan anak (sekolah)
·         Dsb
Dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut maka orang tua harus berusaha bekerja agar dapat memenuhi segala kebutuhan keluarganya.

d.      Fungsi keagamaan
Agama adalah hal terpenting yang harus ada pada suatu keluarga. Agama dalam sebuah keluarga dapat diibaratkan pada sebuah rumah yaitu sebagai pondasi. Dan terlebih di negara Indonesia yang berideologi Pancasila berkewajiban pada setiap rakyat untuk menghayati, mendalami dan mengamalkan Pancasila di dalam perilakunya. Maka dari itu kita mengamalkan ajaran-ajaran agama sebagai manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seperti : mengajarkan agama kepada anak mulai dini, mengajarkan perilaku yang sesuai ajaran agama.

e.      Fungsi sosial
       Dengan fungsi ini kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna perbuatan dan lain-lain.
       Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.

                                Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
a. Pembentukan kepribadian
b. Sebagai alat reproduksi
c. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
d. Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.
e. Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan


Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. 
           Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma,adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Ada beberapa pengertian masyarakat : 
Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (society) adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau subkelompok.
Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial. 
Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut .
             Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat. Dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern)
a.              Masyarakat sederhana.
             Dalam lingkungan masyarakat sederhanapola pembagian kerja cenderung dibedakan    menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya         berlatar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita            dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam. Dapat kita lihat bahwa      pekerjaan yang berat seperti berburu dilakukan oleh kaum pria sedangkan pekerjaan    yang ringan seperti mengurus rumah tangga dilakukan kaum wanita.
b.              Masyarakat Maju
             Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan        kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dan pembagian berdasarkan   jenis kelamin tidak terlalu diperhatikan. Kaum wanita pun dapat mengerjakan              pekerjaan kaum pria.



Makna individu

Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antar jiwa dan raganya. manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang  itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya. Untuk menjadi individu yang “mandiri” harus melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Karakter yang khas itu terbentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan berdasarkan etika, norma agama.

Makna Keluarga

Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan yang mana sedikit berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi, keluarga dalam bentuk murni merupakan suatu kesatuan sosial mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.

Makna Masyarakat

Berdasarkan pengertian dari masyarakat itu sendiri dapat dikatakan bahwa masyarakat tercipta dari beberapa hal :
a. Harus ada pengumpulan manusia, dan memiliki jumlah yang banyak
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada                 kepentingan dan tujuan bersama.

Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
             individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

Pengertian Urbanisasi
             Istilah “Urbanisasi” adalah istilah yang banyak dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan baik di Indonesia, maupun dinegeri lain. Istilah tersebut tidak hanya dikenal, tetapi juga dialami oleh penduduk kota dan desa terutama di negara yang sedang berkembang.
             Urbanisasi merupakan gejala, atau proses yang sifatnya multi-sektoral, baik ditinjau dari sebab maupun akibat yang ditimbulkan. Permasalahan nampak sederhana namun sefatnya sangat kompleks. Menurut Kantsebovskaya (1976) “Being a complex socio-economics process closely connected with the scientific tecnological revolution. As a complex many-sided process its study requires, a comprehensive approach in involving many disciplines”.
             Urbanisasi di negara Indonesia mengalami peningkatan yang cukup berarti, sehingga kecenderungan semakin meluasnya problema sosial ekonomi di berbagai kota di Indonesia dapat mengakibatkan problema nasional dan menjadi masalah sosial bagi negara Indonesia.
             Pengertian lain dari Urbanisasi itu sendiri adalah berpindahnya penduduk dari desa ke kota, pada umumnya mereka bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mengadu nasib dikota.

Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli

Menurut J.H. De Goede Urbanisasi diartikan sebagaiproses pertambahan penduduk pada suatu wilayahperkotaan (urban) ataupun proses transformasi suatuwilayah berkarakter perdesaan (rural) menjadi urban.
Menurut Kantsebovskaya (1976) Urbanisasi merupakangejala, atau proses yang sifatnya multi-sektoral, baikditinjau dari sebab maupun akibat yang ditimbulkan.
Urbanisasi dapat diartikan sebagai pertambahanpenduduk perkotaan (Shryyock dan Siegel, 1976)
Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi menjadi 3 yakni :
              A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
                             1.     Kehidupan kota yang lebih modern
                             2.     Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
                             3.     Banyak lapangan pekerjaan di kota
                             4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
             B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
                             1.     Lahan pertanian semakin sempit
                             2.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
                             3.     Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
                             4.     Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
                             5.     Diusir dari desa asal
                             6.     Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
             C. Keuntungan Urbanisasi
                             1.     Memoderenisasikan warga desa
                             2.     Menambah pengetahuan warga desa
                             3.     Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
                             4.     Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa




 sumber :

Ilmu sosial Dasar ( digital book)

Senin, 28 Oktober 2013

Pengaruh pertumbuhan  penduduk terhadap perkembangan sosial

Seperti yang kita ketahui bahwa negara kita adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia pada urutan ke-4 . Dan pertumbuhan penduduk itu selalu meningkat disetiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks. Kepadatan penduduk ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
a.      Fertilitas (kelahiran)
merupakan salah satu factor penyebab terjadinya kepadat penduduk, karena angka kelahiran di Indonesia tidak di batasi dan kebanyakan penduduk Indonesia melakukan nikah dini yang menyebabkan angka kelahiran semakin meningkat dan juga laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, dan diperkirakan setiap tahunnya bayi bertambah 4,5juta.
b.  b. .  Mortalitas (kematian)
merupakan satu dari tiga factor geografis karena moralitas dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, hal ini biasanya di sebabkan oleh factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individual dan kelompok lainnya yg dapat mempengaruhi moralitas dalam masyarakat.
c.    c.   Migrasi
adalah gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, yang biasa terjadi secara permanent. Seperti contohnya Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia banyak menjadi tujuan migrasi penduduk, terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke jawa menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di pulau Jawa, sehingga terjadi banyak dampak negatif.

Pertumbuhan penduduk yang terus menerus terjadi dan tidak diimbangi oleh perbaikan dan pertambahanbeberapa fasilitas akan menimbulkan beberapa masalah sosial bahkan masalah ekonomi. Kita ambil contoh seperti pengangguran. Pengangguran terjadi akibat beberapa faktor seperti , kurangnya lapangan pekerjaan, semakin sulitnya persaingan dalam mencari pekerjaan, dan ini terjadi akibat jumlah penduduk yang terus bertambah. Dengan sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadikan beberapa orang menjadi pengangguran sedangkan ia mesti mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhannya dan dapat bertahan hidup. Dan inilah yang tak jarang memicu  orang untuk “menghalalkan berbagai cara” untuk mendapatkan uang. Dan terjadilah perbuatan kriminal dimana-mana. Inilah yang menjadi masalah sosial dan mempengaruhi perkembangan sosial di negara kita.
perkembangan sosial dapat meliputi segala aspek masyarakat, seperti  : perkembangan dalam cara berpikir dan interaksi sesama warga yang sebelumnya masih irrasional menjadi semakin rasional, perkembangan  dalam sikap dan orientasi kehidupan ekonomi yang sebelumnya hemat menjadi makin komersial akibat banyaknya macam-macam jenis barang untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin bertambah dan beragam, perkembangan tata cara kerja sehari-hari yang makin ditandai dengan pembagian kerja pada spesialisasi kegiatan yang makin tajam, dan tentunya berkaitan dengan masalah yang dihadap badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN).
Ada hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk, yaitu melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran, dan menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi, dan meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.
Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Hubungan antara masalah penduduk dengan perkembangan budaya
Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain.Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
1.                  unsur religi
2.                  sistem kemasyarakatan
3.                  sistem peralatan
4.                  sistem mata pencaharian hidup
5.                  sistem bahasa
6.                  sistem pengetahuan
7.                  seni
Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
1.                  wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
2.           kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
3.                  kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

Contoh budaya dari luar yang masuk ke Indonesia
Dalam hal berbusana, gaya berbusana barat yang telah masuk ke Indonesia beberapa tahun lalu telah merubah gaya berbusana orang indonesia yang identik dengan ketimurannya, yaitu menutup auratnya. Tetapi nyata hingga saat ini gaya berbusana ala barat masih diterjadi pada remaja-remaja jaman sekarang. Terlihat bila kita pergi ke suatu pusat perbelanjaan maka kita akan menemukan beberapa remaja yang dengan santainya dan tanpa rasa malu, memakai pakaian yang sangat mini. Bahkan tak jarang hal ini dapat berakibat buruk padanya karena dapat memicu orang untuk berbuat jahatnya padanya.
Budaya luar yang telah masuk ke indonesia juga terjadi dalam hal musik. Seperti kita ketahui musik K-pop saat ini sedang tenar di negara kita. Tak heran jika bayak orang-orang terutama remaja di Indonesia sangat menggandrungi musik ini, hingga budaya korea pun menjadikan kebanggan mereka. Padahal sebagai warga Indonesia, kita harus menjunjung tinggi nilai kebudayaan kita. Kebudayaan kita tak kalah hebatnya dengan dengan kebudayaan dari negera lain bahkan kebudayaan kita lebih beragam mulai dari hal musik hingga kuliner. Dan sudah sepatutnya kita bangga akan hal ini dan ikut serta dalam melestarikannya. Memang di jaman globalisasi seperti saat ini kita tidak mungkin menutup diri untuk tidak menerima perkembangan yang terjadi di luar sana. Namun kita harus juga harus cermat bertindak yaitu tetap mengikuti perkembangan jaman tanpa harus meninggalkan nilai budaya bangsa kita.


Senin, 14 Oktober 2013

Kenyataan sosial yang ada di masyarakat Indonesia

Sebagai mana yang kita semua ketahui. Bahwa negara kita berbentuk Republik dan merupakan negara yang berasaskan hukum yaitu UUD 1945. Sebagai mana semestinya negara hukum adalah segala sesuatunya harus berdasarkan hukum dan aturan yang telah tertera pada UUD 1945. Baik dalam urusan kepemerintahan atau kemasyarakatan. Dan hukum itu harus berpihak pada kaum yang benar dan menghukum kepada pihak yang bersalah. Hukum itu adil, tidak memandang status, kekayaan, pekerjaan, dan sebagainya. Indonesia sebagai negara hukum juga seharusnya menjalankan hukum sebagai mestinya hukum itu diadakan.
Namun dalam kenyataannya, sangatlah berbanding terbalik. Masih banyak ketidakadilan yang terjadi di negeri tercinta kita. Contohnya saja yang terjadi pada kasus beberapa tahun lalu, yang melibatkan seorang nenek yang bernama Minah. Nenek tersebut divonis hukuman 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. Hal ini berawal saat Nek Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.Ketika sedang memanen kedelai, Nek Minah melihat 3 buah kakao yang sudah ranum. Ia kemudian memetiknya untuk ditanam sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan diletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.
Dan tidak lama kemudian, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun menuduh nek Minah sebagai pencuri, hingga kejadian ini dibawa ke meja hijau. Jika kita bandingkan kasus ini dengan kasus para koruptor di Indonesia. Seorang nenek yang hanya mengambil 3 buah kakao saja mendapatkan hukuman seperti itu. Sedangkan kasus para koruptor yang mengambil uang rakyat, uang negara hingga milyaran bahkan triliunan jumlahnya hanya mendapatkan hukuman beberapa bulan atau tahun.
Bahkan terkadang kasus tersebut mengilang begitu saja tanpa jejak. Dimana hukuman ini sebenarnya tidak membuat jera sang koruptor untuk tidak melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa koruptor tersebut akan mengulangi perbuatannya karena apa yang ia dapatkan dengan hukuman yang ia terima tidaklah sebanding. Hal ini masih sangat memprihatinkan di negara kita ini.





Masalah sosial yang terjadi di Indonesia

Ada banyak masalah sosial yang terjadi Indonesia, mulai dari kemiskinan, pendidikan yang masih tertinggal, penggangguran, hingga kenaikan harga sembako pun menjadi masalah sosial. Masalah sosial yang terjadi di Indonesia seperti lingkaran setan. Pengangguran merupakan salah satu dari sekian banyak masalah yang hingga saat ini masih sulit untuk dimusnahkan. pengangguran di Indonesia semakin hari bukanlah berkurang melainkan bertambah ini beriringan dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahunnya. Pengangguran dapat dikategorikan berdasarkan penyebab dari pengangguran itu sendiri, diantaranya:
  • ·    Pengangguran friksional: pengangguran tersebut yaitu pengangguran yang dapat terjadi ketika tingkat kebutuhan tenaga kerja telah penuh. Dimana proses tersebut telah terjadinya pemogokan kerja untuk menuntut perusahaan dalam keinginannya untuk menaikan upah.
  • ·       Adanya perubahan teknologi: kejadian ini dapat terjadi ketika tenaga kerja manusia digantikannya dengan tenaga-tenaga mesin. Itu yang menyebabkan banyaknya orang yang menganggur.
  • ·   Pengangguran struktural: pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.
  • ·     Pengangguran musiman: kejadian ini dapat terjadi ketika permintaan tenaga kerja dari setiap perusahaan berkala, misalnya mereka menjadi pengangguran ketika terjadunya selang antar musim.
  • ·     Pengangguran siklus: kejadian ini dapat terjadi ketika adanya perubahan-perubahan dalam tingkat perekonomian.

Masalah besar di Indonesia adalah jumlah pengangguran masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran per Februari 2013 mencapai 7,17 juta orang atau 5,92 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia sebesar 121,2 juta orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan target sebelumnya yakni 5,5 persen sampai 5,8 persen dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,8 persen sampai 7,2 persen.  Ada banyak faktor yang mempengaruhi penggangguran ini masih terjadi. Faktor tidak hanya satu melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan masih adanya pengangguran di negeri kita. Mulai dari kurangnya perbekalan dalam bekerja hingga masih adanya rasa enggan untuk membuka usaha sendiri. Sebagai warga negara Indonesia, kita juga harus ikut serta dalam menghilangkan atau meminimalisirkan jumlah pengangguran. Sekarang, bagaimana caranya untuk menghilangkan pengangguran itu?? Dan itu menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh kita semua.
            Kita bisa memulainya dari kita sendiri, yaitu dengan belajar dengan giat sehingga kita memiliki kemampuan yang cukup saat bekerja nanti. Karena dijaman seperti ini dengan jumlah pertumbuhan yang semakin bertambah, tidak menutup kemungkinan persaingan dalam dunia kerja akan semakin sulit. Kita harus bersaing dengan orang yang lain yang memiliki kemampuan dan keteramplan lebih dari kita. Tidak hanya itu kita juga harus bersaing dengan teknologi modern yang sudah mulai diterapkan di beberapa perusahaan.
          Selain memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik, kita juga harus memiliki inovasi-inovasi yang cemerlang. Karena dengan inovasi tersebut kita dapat membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Dan itu berarti kita ikut membantu dalam mengurangi jumlah pengangguran. Namun beberapa orang masih beranggapan bahwa bekerja disebuah perusahaan adalah hal yang menjanjikan. Padahal persaingan untuk masuk ke sebuah perusahaan saat ini sangat susah. Jika tidak diterima disebuah perusahaan, maka ia akan memutuskan untuk menjadi pengangguran sementara. Dan itulah yang menjadi salah satu faktor pengangguran. Mereka juga terkadang masih memikirkan “gengsi” demi menjadi karyawan dari sebuah perusahaan. Inilah yang harus kita ubah, menjadi sebuah karyawan bukanlah satu-satunya jalan untuk mencari pekerjaan, tetapi masih banyak cara salah satunya berwirausaha.



Sumber :


Senin, 30 September 2013

HAKIKAT DAN FUNGSI ILMU SOSIAL DASAR PADA PERGURUAN TINGGI



1.     Pendahuluan

Pendidikan merupakan satu hal yang sangat wajib dimiliki oleh setiap orang dalam hidupnya. Dengan pendidikan seseorang akan dapat bersaing dalam mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Dalam Pembangunan Nasional, memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdidik, memiliki kecakapan, keterampilan dalam bidang tertentu. Dimana hal itu sangatlah berkaitan dengan pendidikan, yang dapat melahirkan SDM yang terdidik salah satunya melalui jenjang Perguruan Tinggi.

Pendidikan adalah usaha yang atau suatu proses pembalajaran yang dilakukan sejak kecil hingga dewasa demi menjadi manusia yang lebih terarah, berakhlak mulia dan terdidik serta berketarampilan khusus dalam bidang tertentu.


2.     Ilmu Sosial Dasar pada Perguruan Tinggi


ISD adalah ilmu yang mengkaji atau menelaah mengenai masalah-masalah sosial baik secara teori maupun fakta yang diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari.

Latar belakang

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri. Sebagai makhluk sosial kita pasti membutuhkan bantuan dari orang lain dan kita pula harus membatu orang lain. Kita harus memiliki sifat kepekaan terhadap masalah-masalah sosial terutama yang berada di sekitar lingkungan kita. Dan  kita akan selalu dihadapkan dengan masal-masalah sosial tersebut. Dengan demikian diberikannya pendidikan mengenai ilmu sosial dasar di perguruan tinggi untuk melatih kita memiliki rasa empati, peka dan ikut serta dalam mengatasi masalah sosial tersebut.

Latar belakang diberikannya mata kuliah ISD di perguruan tinggi, karena :

1. Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.
2. Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.

Sarjana yang diharapkan oleh Perguruan Tinggi adalah yang memiliki kemampuan :
a.Kemampuan personal

Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai agama, masyarakat, pancasila serta pandangan luas terhadap berbagai masalah masyarakat Indonesia.

 b. Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.

 c. Kemampuan profesional


Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.

ISD sebagai Mata Kuliah Dasar Umum

Diantara 3 kemampuan tersebut kemampuan personal diharapkan dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon tenaga ahli dalam bidangnya yang tercangkup dalam Mata Kuliah Dasar Umum. MKDU ini memiliki peranan yang berarti pada mahasiswa, karena MKDU ini bertujuan untuk membatu mahasiswa membuka wawasannya lebih luas mengenai apa yang ada disekitarnya diluar bidang keahliannya masing-masing. Dan MKDU ini mengarahkan mahasiswa menjadi pribadi yang berkhlak mulia dan dapat menempatkan diri dengan baik pada kemasyarakatan.

Fungsi ilmu sosial dasar 
1. Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk      mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar tingkat ketanggapan, kepekaan akan masalah sosial                menjadi lebih besar. 
1. Membantu perkembangan pikir mahasiswa dan kepribadian agar memperoleh wawasan yang lebih luas         dan ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap golongan terpelajar Indonesia.
2. Meningkatkan kepekaan seorang mahasiswa mengenai permasalahan sosial terutama dalam lingkungan         sekitarnya.
3. Memahami dan menyadari bahwa masalah sosial didasari oleh kenyataan sosial.
4. Memiliki sikap tanggap dalam ikut serta mengatasi masalah sosial yang terjadi.

Jadi, ilmu sosial dasar merupakan hal yang penting. Karena dalam dunia perkuliahan bahkan dunia kerja selain memiliki kemampuan akademis yang baik kita juga harus memiliki etika atau moral yang baik sesuai dengan kaidah yang berlaku. Sehingga kita dapat menempatkan diri dengan baik didalam hidup bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa segala kegiatan, aktivitas kita sehari-hari kita selalu adanya hubungan sosial antara individu satu dengan yang lain. Dan hal itu dapat dipelajari dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.



Sumber :
                http://akhman.wordpress.com/2011/10/04/hakikat-dan-fungsi-isd-dalam-perguruan-tinggi/
            http://fujaresturespati.wordpress.com/2012/12/24/ilmu-sosial-dasar/